Wisata kuliner sebagai obat stres karena skripsi
Gara-gara pusing pusing ngerjain skripsi kita refresh dulu pakai wisata kuliner bandung, kali ini saya ingin menulis tentang bebek goreng, saya sendiri sih kurang suka bebek tapi kalau ada ya.. ga nolak jugaa :) nah, di bandung memang banyak tempat wisata kuliner terutama bebek dan ayam. Di Jalan hassanudin adat tempat kuliner yaitu bebek goreng yang konon katanya benar-benar ajip!!!! Tahu kan hassanudin?? Itu dekat RS Borromeus Bandung, di jalan Dago/ Ir. H. Juanda, letaknya tidak jauh dari Ruang Gawat Darurat, kalau malam di jalan itu ada penjual/ Pedangan kaki lima yang suka ada, sebenernya disitu menjual macam-macam kuliner juga seperti ayam goreng, lele sampai dengan burung dara!!!. Jadi buat yang ga suka bebek ada alternatifnya, tapi karena yang paling terkenal itu bebek goreng dan letaknya dekat RS Borromeus, jadi dikenal dengan nama bebek Borromeus. Wisata kuliner di dekat RS Borromeus
Menurut teman-teman saya yang lebih sering wisata kuliner, cuma bebek Borromeus ini yang paling ajip di kota Bandung. Daging bebeknya sangat empuk, karena saking empuknya daging bebeknya mudah sekali lepas dari tulangnya. berbeda seperti pedagang bebek goreng yang sering kita jumpai, terkadang daging tempat tersebut dagingnya sulit lepas dari tulang dan terlalu kenyal dan yang pasti bumbunya punya cir khas yaitu manis-manis gurih dan benar-benar pas namun sayang di sini gak ada kol goreeeng, tapi tidak apa-apa lahh karena bebek Borromeus ini begitu empuk, ada kemungkinan si bebeknya dimasak dulu di panci presto. Bebek Borromeus benar-benar ramai jadi kalau datang kesitu harus datang lebih awal. Kalau tidak salah kedai ini buka dari jam 17.00-tutup, harganya pun cocok untuk kantong mahasiswa sehingga tidak menyebabkan kangker (kantong kering).
Nah buat yang udah ngiler langsung aja jalan-jalan lagi, wisata kuliner lagi langsung datang ke bebek boromeus, eh bentar-bentar kita wisata kuliner tuh jangan hanya makan tok, usahakan dapat pelajaran/ hikmah yang bisa diambil dari bebek Borromeus ini bisa kita ambil dari Pak Ali yang merupakan sang pemilik kedai ini, nah Pak ali itu orang yang bersahaja, dan sederhana, serta ramah ke para tamu-tamunya, tidak sedikitpun terlihat kesan sombong dari beliau bahkan dengan senang hati pak ali memperbolehkan melakukan wawancara, nah berikut ini wawacaranya
Mengambil pelajaran dari wisata kuliner
Q: Usaha ini didirikan tahun berapa pak?
A: usaha ini didirikan tahun 2002 tepatnya lupa, sekitar bulan 6an lah saat itu piala dunia
Q: Bapak berasal dari daerah, bagaimana awalnya kepikiran mendirikan usaha ini?
A:Hahaha Faktor Kepekso mas (‘terpaksa’ bhs jawa) kepepet, karna saya kan orang rantau asli lamongan jawa timur. Aku dulu nya juga bukan orang yang punya(dari keluarga berada) modal nekat aku mas, belajar dan terus belajar ya karna kepepet itu tadi
Iki yo sejak awal didirikan semua yg kerja di sini tau semua, semua yg kerja disini temen-temenku sekolah semua
Makanya, gara-gara saya dulunya orang ndak punya sama sekali, kalau ada yang ndak punya, mampir, mau makan sini monggo.
Q: Kenapa kok bebek goreng pak, bukan yang lain?
A: hahaha, Yo maune aku ora iso mas, tapi yo sinau karo mlaku lah, gagal-e wis bola-bali (saya tadinya juga ndak bisa mas, sambil usaha sambil belajar,gagalnya sudah berkali-kali)
Q: Tips berwira usaha versi pak ali?
A: Ya, kalau kerja keras memang semua usaha seperti itu mas, kalau menurut saya yang penting itu telaten alias tekun” jawab pak Ali yang kelahiran tahun 1976 ini dengan ramah
A: usaha ini didirikan tahun 2002 tepatnya lupa, sekitar bulan 6an lah saat itu piala dunia
Q: Bapak berasal dari daerah, bagaimana awalnya kepikiran mendirikan usaha ini?
A:Hahaha Faktor Kepekso mas (‘terpaksa’ bhs jawa) kepepet, karna saya kan orang rantau asli lamongan jawa timur. Aku dulu nya juga bukan orang yang punya(dari keluarga berada) modal nekat aku mas, belajar dan terus belajar ya karna kepepet itu tadi
Iki yo sejak awal didirikan semua yg kerja di sini tau semua, semua yg kerja disini temen-temenku sekolah semua
Makanya, gara-gara saya dulunya orang ndak punya sama sekali, kalau ada yang ndak punya, mampir, mau makan sini monggo.
Q: Kenapa kok bebek goreng pak, bukan yang lain?
A: hahaha, Yo maune aku ora iso mas, tapi yo sinau karo mlaku lah, gagal-e wis bola-bali (saya tadinya juga ndak bisa mas, sambil usaha sambil belajar,gagalnya sudah berkali-kali)
Q: Tips berwira usaha versi pak ali?
A: Ya, kalau kerja keras memang semua usaha seperti itu mas, kalau menurut saya yang penting itu telaten alias tekun” jawab pak Ali yang kelahiran tahun 1976 ini dengan ramah
Hmm.. sekarang sudah menangkap pelajaran dari wisata kulinernya?? Saya rasa tipsnya cukup tepat bagi yang sering wisata kuliner atau yang merintis usaha dibidang kuliner, jadi bacanya cukup sekian langsung ke lokasi wisata kulinernya aja!!!
View Larger Map


